50 Tahun Fakultas Perikanan dan Ilmu kelautan

Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Riau sedang menyusun program terbaru untuk menyongsong 50 tahun Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan. Persembahan nyata Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Riau saat ini dinantikan oleh bangsa Indonesia di ulang tahun emasnya. diklat bahari mahasiswa More »

Pimpinan Fakultas

Fakultas Perikanan dan Ilmu kelautan, Universitas Riau Periode 2014 – 2018 dipimpin seorang Dekan dan 3 Wakil Dekan. More »

ISFM 2015

The Third International and National Seminar of Fisheries and Marine (ISFM) merupakan seminar internasional di bidang ilmu-ilmu yang terkait perikanan dan kelautan. More »

Pringkat Ekspor Ikan Hias

Indonesia menjadi negara dengan urutan ke empat di dunia untuk ekspor terbesar berbagai macam ikan hias. Urutan pertama Singapura, kedua Spanyol, dan ketiga Jepang. More »

PKM adalah singkatan dari Program Kreativitas Mahasiswa yang diselenggarakan oleh Dikti guna memberi ruang untuk para Mahasiswa menunjukkan kreativitasnya. PKM merupakan salah satu bentuk upaya yang dilakukan Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DP2M), Ditjen Dikti dalam meningkatkan kualitas peserta didik (mahasiswa) di perguruan tinggi agar kelak dapat menjadi anggota masyarakat yang memiliki kemampuan akademis dan atau profesional yang dapat menerapkan, mengembangkan dan meyebarluaskan ilmu pengetahuan, teknologi dan atau kesenian serta memperkaya budaya nasional. More »

 

TENTANG FAPERIKA

faperika

Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Riau atau biasa disingkat dengan FAPERIKA-UR  terletak di kampus pusat Universitas Riau di daerah Panam  pinggiran kota Pekanbaru. Berdiri pada tanggal 10 September 1963 dengan 6 jurusan untuk jenjang pendidikan s1 dan 1 program Pascasarjana. Diusianya yang hampir mencapai 50 tahun, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Riau telah menghasilkan ribuan lulusan yang bekerja di berbagai instansi pemerintah dan swasta. Keberhasilan alumni Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan dalam mencetak sumberdaya manusia berkualitas tidak lepas dari keberhasilan jurusan dan program studi dalam memperoleh akreditasi DIKTI. Rata-rata jurusan/program studi di fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan memiliki akreditasi yang cukup memuaskan (Tabel 1). Pencapaian ini diperoleh karena adanya sinergi antara pimpinan fakultas dengan dosen/pegawai dan stake holder.

Tabel 1. Akreditasi Jurusan di Lingkungan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Riau

No. Jurusan/Program Studi

Akreditasi

1. Teknologi Hasil Perikanan (THP)

A

2. Ilmu Kelautan (IK)

A

3. Budidaya Perairan (BDP)

A

4. Sosial Ekonomi Perikanan (SEP)

B

5. Pemanfaatan Sumberdaya Perairan (PSP)

A

6. Manajemen Sumberdaya Perairan

B

Lokasi Universitas Riau yang berbatasan dengan  Kabupaten Kampar merupakan lokasi bisnis yang cukup strategis dengan pertumbuhan kota dan ekonomi yang cukup pesat. Universitas Riau bersebelahan dengan Main Stadium (Stadion Olahraga berstandar internasional) dan beberapa pusat bisnis terkemuka. Dengan demikian akses untuk menuju Universitas Riau cukup lancar  dan tertata oleh jalur transportasi yang baik. Lokasinya yang hijau mendukung suasana belajar untuk mahasiswa.

Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Riau menempati areal 180 Ha dilengkapi dengan sarana dan prasana untuk menunjang kegiatan pembelajaran, seperti laboratorium, perpustakaan, kantin, fotokopi, mushola dll.  Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Riau dikenal sebagai Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan terbaik di wilayah Sumatera dan Kalimantan. Faperika-UR memiliki tenaga pengajar dengan jumlah profesor terbanyak di antara fakultas lainnya yang dimiliki oleh Universitas Riau. Staf pengajar cukup kompeten di bidangnya dengan latar belakang lulusan universitas terkemuka baik di dalam dan luar negeri.

Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Riau senatiasa selalu berpacu untuk memajukan pendidikan dalam membekali dan mempersiapkan semua sivitas menghadapi tantangan era globalisasi. Kemajuan dan keunggulan di bidang Perikanan dan Ilmu Kelautan  menjadi tekad yang selalu ditanamkan dalam kegiatan pembelajaran.  Menjadi suatu kebanggaan bila tergabung menjadi civitas akademika Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Riau.

Salam Kemajuan Bahari

Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, UNIVERSITAS RIAU

Jl. HR Subrantas km 12,5 Pekanbaru, Riau 28293 – I N D O N E S I A

Format Seminar Internasional 2015

Format-Abstract-and-Full-Paper-ISFM-2015

Selamat Hari Pendidikan Nasional Tahun 2015

hardiknas 2015

Selamat Hari Pendidikan Nasional! Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) diperingati setiap tahun pada tanggal 2 Mei. Pemerintah pertama kali menetapkan 2 Mei sebagai Hari Pendidikan Nasional pada 16 Desember 1959. Tanggal 2 Mei dipilih karena tanggal itu merupakan tanggal lahir Ki Hajar Dewantara sebagai Bapak Pendidikan Nasional Indonesia.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Anies Baswedan mengatakan, peringatan Hardiknas tak bisa lepas dari sosok Ki Hadjar Dewantara. Karena itu Mendikbud mengajak masyarakat untuk mengembalikan semangat dan konsep Ki Hadjar Dewantara bahwa sekolah harus menjadi tempat belajar yang menyenangkan. Ki Hadjar Dewantara menyebut sekolah dengan istilah “Taman”. Taman adalah tempat belajar yang menyenangkan.

Hardiknas memang tidak dijadikan sebagai hari libur nasional, namun peringatannya dirayakan secara luas di Indonesia. Peringatan Hardiknas biasanya ditandai dengan pelaksanaan upacara bendera di sekolah-sekolah dan perguruan tinggi, serta di kantor-kantor pemerintah, dari tingkat kecamatan hingga pusat, disertai dengan penyampaian pidato bertema pendidikan oleh Menteri Pendidikan.

Dalam naskah pidato Hari Pendidikan Nasional 2015, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Anies Baswedan mengatakan peringatan Hari Pendidikan Nasional tahun ini mengambil tema ‘Pendidikan sebagai Gerakan Pencerdasan dan Penumbuhan Generasi Berkarakter Pancasila’. Kata kunci dari tema tersebut adalah “Gerakan”. Pendidikan harus dipandang sebagai ikhtiar kolektif seluruh bangsa. Karena itu pendidikan tidak bisa dipandang sebagai sebuah program semata.

“Kita harus mengajak semua elemen masyarakat untuk terlibat. Kita mendorong pendidikan menjadi gerakan semesta, yaitu gerakan yang melibatkan seluruh elemen bangsa: masyarakat merasa memiliki, pemerintah memfasilitasi, dunia  peduli, dan ormas/LSM mengorganisasi,” ujar Mendikbud seperti tertulis dalam naskah pidato Mendikbud pada Hardiknas 2015 yang bisa dilihat di http://kemdikbud.go.id/kemdikbud/sites/default/files/Sambutan%20Mendikbud%20untuk%20Hardiknas%202015.pdf.

Dalam pidato tersebut Mendikbud juga mengatakan, pendidikan merupakan tanggung jawab bersama, bukan hanya pemerintah. Ikhtiar besar untuk pendidikan hanya akan bisa terwujud bila semua masyarakat terus bekerja keras dan makin membuka lebar-lebar partisipasi masyarakat untuk terlibat aktif dalam pendidikan.